Halaman

Jumat, 13 Desember 2013

berlibur dengan Ibu

Berlibur di Desa


        Pada liburan kenaikan kelas dua yang lalu, saya dan ibu saya pulang ke desa Sirah di kota Simo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kami pulang ke desa bertujuan untuk mengisi liburan akhir semester serta bersilaturahmi dengan keluarga di Jawa. Kami berangkat dari rumah mengendarai mobil travel pada pukul 05.00 setelah solat subuh. Mobil tersebut mengantarkan kami dari Samarinda ke Bandara Sepinggan Balikpapan.
Perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan kira-kira 2,5 jam. Selama perjalanan tersebut, saya merasakan pusing dan mual. Untunglah hal itu tidak berlangsung lama. Ibu saya memberikan obat untuk meredakan pusing dan mual. Setelah sampai di Bandara Sepinggan, Kami menunggu pesawat datang untuk mengantarkan kami ke Bandara Juanda, Surabaya. 
Setelah berada di pesawat Batavia Air, kami segera memakai sabuk pengaman. Saya duduk di samping jendela pesawat, sehingga saya bisa melihat pemandangan di bawahnya. Saya merasa senang, walau perjalanan masih cukup panjang. Ketika pesawat berada di atas awan, mata saya lelah sehingga saya tertidur pulas di dalam pesawat. Ibu membangunkan saya yang tertidur lelap. Ternyata kami telah sampai di Bandara Juanda Surabaya.
Setelah turun dari pesawat, kami segera pergi ke terminal Bungurasih, Surabaya. Kami menaiki bus yang akan mengantarkan kami ke kota Simo, Jawa Tengah. Bus yang kami tumpangi cukup penuh dengan penumpang yang memiliki jurusan berbeda. Waktu yang ditempuh dari kota Surabaya ke kota Simo kira-kira 8 jam perjalanan. Saya banyak melewati kota-kota di daerah Jawa. Di kota-kota tersebut, ada yang padat, ramai, atau pun sepi penduduknya. Selama perjalanan saya merasakan pusing dan mual. Sampai akhirnya makanan yang telah saya makan keluar dari lambung saya. 
Syukurlah kami telah sampai di kota Simo. Kami harus naik ojek untuk sampai ke rumah kakek dan nenek saya di desa Sirah. Kami sampai ke tempat tujuan tepat setelah maghrib. Senang rasanya selamat sampai tujuan.
Keesokannya,­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­ saya dan kakak sepupu saya berolahraga di sekitar rumah. Sang mentari masih bersembunyi. Udara di sini sangat sejuk. Sungguh berbeda dengan di kota Samarinda. Disekitar rumah terdapat pohon-pohon yang besar dan rindang. Mereka tumbuh dengan subur. Burung-burung juga tak mau kalah. Mereka berkicauan riang menyambut pagi yang cerah ini.
Setelah pemanasan, kakak sepupu saya mengajak saya untuk berlari kecil di sekitar persawahan. Wah! Indah sekali pemandangannya. Hamparan sawah hijau yang berpetak berada di kanan kiri jalan beraspal. Rimbunan pohon jati membatasi daerah sawah dengan desa lain. Terdapat pohon yang sangat besar berada di tengah sawah. Ia memiliki akar yang besar dan kuat. Pohon itu memiliki mata air di sekitar akar. Saya membasuhkan wajah dengan air itu. Airnya jernih dan segar sekali. 
Kami melanjutkan lari kecil kami. Kakak sepupu saya menunjukkan tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti: perkebunan singkong, sungai, gua-gua, hutan, dan lain-lain.
Walau hanya satu minggu berada di desa, saya sangat senang berlibur disini. Banyak pengalaman dan hal-hal menarik bagi saya selama berada di desa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar