Halaman

Jumat, 13 Desember 2013

Selamat Hari Guru

Andai Aku Seorang Guru

     Andaikan aku seorang guru, aku akan menjadi guru yang baik untuk murid-muridku dan aku akan melaksanakan tugasku dengan penuh tanggung jawab, bersungguh-sungguh
disiplin, tegas dan membuat semua siswa-siswi itu menjadi orang yang berguna di negeri ini, InsyaALLAH.
 
dan aku akan memberikan sejumlah ilmu yang aku miliki agar dapat bermanfaat untuk mereka nantinya. Cara mengajar aku pun harus interaktif dan tidak main bentak-bentak murid-muridku yang sedikit malas dan bandel. karena itu pun akan sia-sia  dan percuma. Saya juga harus berwibawa supaya  murid-murid saya menghormati dan menghargai saya.
 
 

Kenangan di bulan Ramadhan

Indahnya Malam Takbiran

    Rabu malam, detik-detik menjelang malam lebaran di setiap masjid terdengar suara takbir berkumandang, Dab pada malam yang ditunggu-tunggu itu, setiap orang mendengar zakatnya. Malam takbiran adalah malam yang mampu membuat semua orang merinding karena teringatnya akan dosa-dosanya termasuk saya sendiri. Pada malam ini saya membantu ibu saya memasak untuk Hari Raya Iedul Fitri besok pagi.

   Saya merasa sangat  senang karena hari kemenangan yang banyak ditunggu-tunggu setiap muslim akhirnya telah tiba, hari dimana setiap orang muslim maaf-maafkan. saling bersilaturahim antara satu dengan yang lain bahkan iedul fitri juga membuat orang yang non muslim dapat ikut serta juga untuk saling bersilaturahim. Iedul fitri adalah hari yang sangat istimewa bagi seluruh umat muslim karena di hari itu semua keluarga, sanak saudara dapat berkumpul bersama dan merayakan bersama.


Kuliah Dhuha

Umar Bin Khatab
 
Apabila kita ingin menjadi orang besar kita harus dekat dengan ALLAH SWT. Selama kita belum dekat dengan ALLAH tentu kita tidak bisa jadi apapun.
Kisah ayah dari Imam syafi'i :
 " Ketika dia memakan buah delima, setelah makan separuh buah delima. ia baru teringat kalau buah delima itu bukan miliknya, untuk menjadikan halangan buah delima yang telah dia makan.
maka pemilik buah delima itu meminta bekerja selama 1 tahun
dia menikahi orang yang buta, tuli dan lumpuh. Akhirnya ia menerima untuk menikahinya ternyata wanita itu cantik sekali." Subhanallah
kadang kita memperllakukan ALLAH dengan memeprlakukan teman  lebih terhormat memperlakukan teman, Na'udzubillah
begitu ada perintah ALLAH kita langsung melaksanakannya begitu ada adzan langsung melaksanakan sholat maka kita termasuk orang yang paling taat.

berlibur dengan Ibu

Berlibur di Desa


        Pada liburan kenaikan kelas dua yang lalu, saya dan ibu saya pulang ke desa Sirah di kota Simo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kami pulang ke desa bertujuan untuk mengisi liburan akhir semester serta bersilaturahmi dengan keluarga di Jawa. Kami berangkat dari rumah mengendarai mobil travel pada pukul 05.00 setelah solat subuh. Mobil tersebut mengantarkan kami dari Samarinda ke Bandara Sepinggan Balikpapan.
Perjalanan dari Samarinda ke Balikpapan kira-kira 2,5 jam. Selama perjalanan tersebut, saya merasakan pusing dan mual. Untunglah hal itu tidak berlangsung lama. Ibu saya memberikan obat untuk meredakan pusing dan mual. Setelah sampai di Bandara Sepinggan, Kami menunggu pesawat datang untuk mengantarkan kami ke Bandara Juanda, Surabaya. 
Setelah berada di pesawat Batavia Air, kami segera memakai sabuk pengaman. Saya duduk di samping jendela pesawat, sehingga saya bisa melihat pemandangan di bawahnya. Saya merasa senang, walau perjalanan masih cukup panjang. Ketika pesawat berada di atas awan, mata saya lelah sehingga saya tertidur pulas di dalam pesawat. Ibu membangunkan saya yang tertidur lelap. Ternyata kami telah sampai di Bandara Juanda Surabaya.
Setelah turun dari pesawat, kami segera pergi ke terminal Bungurasih, Surabaya. Kami menaiki bus yang akan mengantarkan kami ke kota Simo, Jawa Tengah. Bus yang kami tumpangi cukup penuh dengan penumpang yang memiliki jurusan berbeda. Waktu yang ditempuh dari kota Surabaya ke kota Simo kira-kira 8 jam perjalanan. Saya banyak melewati kota-kota di daerah Jawa. Di kota-kota tersebut, ada yang padat, ramai, atau pun sepi penduduknya. Selama perjalanan saya merasakan pusing dan mual. Sampai akhirnya makanan yang telah saya makan keluar dari lambung saya. 
Syukurlah kami telah sampai di kota Simo. Kami harus naik ojek untuk sampai ke rumah kakek dan nenek saya di desa Sirah. Kami sampai ke tempat tujuan tepat setelah maghrib. Senang rasanya selamat sampai tujuan.
Keesokannya,­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­ saya dan kakak sepupu saya berolahraga di sekitar rumah. Sang mentari masih bersembunyi. Udara di sini sangat sejuk. Sungguh berbeda dengan di kota Samarinda. Disekitar rumah terdapat pohon-pohon yang besar dan rindang. Mereka tumbuh dengan subur. Burung-burung juga tak mau kalah. Mereka berkicauan riang menyambut pagi yang cerah ini.
Setelah pemanasan, kakak sepupu saya mengajak saya untuk berlari kecil di sekitar persawahan. Wah! Indah sekali pemandangannya. Hamparan sawah hijau yang berpetak berada di kanan kiri jalan beraspal. Rimbunan pohon jati membatasi daerah sawah dengan desa lain. Terdapat pohon yang sangat besar berada di tengah sawah. Ia memiliki akar yang besar dan kuat. Pohon itu memiliki mata air di sekitar akar. Saya membasuhkan wajah dengan air itu. Airnya jernih dan segar sekali. 
Kami melanjutkan lari kecil kami. Kakak sepupu saya menunjukkan tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi, seperti: perkebunan singkong, sungai, gua-gua, hutan, dan lain-lain.
Walau hanya satu minggu berada di desa, saya sangat senang berlibur disini. Banyak pengalaman dan hal-hal menarik bagi saya selama berada di desa ini.